Selasa, 05 Mei 2009
UNTUK DIRIKU YANG MERASA SUCI
Benarkah aku meletakkan akhirat sebagai tujuan utama, sedang dunialah yang lebih sering kurisaukan daripada kehidupan setelah matiku.
Wahai diriku…….
Bagaimanakah aku ingin menjadi tamu Alloh yang mulia diakhirat, sedangkan di dunia aku tidak mau menyahut seruan untuk menjadi tamu di rumah-Nya
Duhai jiwa,
Bagaimanakah aku ingin menepati masaku dengan manusia, sedangkan masaku dengan Alloh yang lima itupun tidak aku tepati.
Jiwaku,
Bagaimanakah aku bias bersedih ketika hajatku di dunia tidak kesampaian, sedang aku sadar bahwa Alloh lebih mengetahui apa yang terbaik untukku.
Diriku,
Bagaimanakah aku bisa sibuk membicarakan kesalahan orang lain, sedangkan diriku inilah yang lebih banyak kekurangan berbanding manusia lain.
Wahai hati..
Bagaimanakah aku mampu untuk bergelak ketawa, sedangkan pada masa yang sama banyak saudara se-Islamku yang sedang dihina, disiksa, dibunuh.
Oh jiwa yang tenang,
Bagaimanakah aku bisa merasa tenang dengan ilmu di ada, sedang akulah yang paling dimurkai jika tidak mengamalkannya.
Duhai sanubari,
Bagaimanakah hati ini sudah tidak lagi tersentuh apabila mendengar ayat suci-Mu. Sedangkan nyanyian yang melalaikan dari manusia-manusia yang lebih menyentuh hati ini.
Wahai qalbi,
Bagaimanakah aku untuk mengubah diri ini, sedangkan aku tidak sadar bahwa…. diri ini hanya seorang hamba abdi… kepadaMu Illahi…
UNTUKMU KAWAN
Kawan…
Bila terasa ingin menangis.. hubungilah aku.. bukan aku akan menyuruh kau berhenti menangis.. tapi mungkin aku bisa menangis bersamamu
Kawan
Jika terasa tiba-tiba mau melarikan diri.. jauh dari masalah... hubungilah aku... aku takkan suruh kau berhenti.. tapi.. mungkin aku akan bersamamu hingga masalahmu selesai
Kawan
Jika tiba-tiba kau ditinggalkan kekasih... beritahulah aku.. aku tidak akan mencaci siapapun, tapi aku akan coba buat kau lebih cintai Rabbmu dan dirimu sendiri
Kawan
Jika kau kecewa keluargamu tak bahagia, beritahulah aku, aku takkan buat kau benci kepada ibu bapakmu, tapi terimalah segala ketentuan Allah dan belajar tuk cintai mereka….
Kawan
Jika kau kecewa dengan pernikahanmu suatu hari nanti, ceritalah padaku, aku takkan sebut nama perempuan/ lelaki itu.. tetapi cobalah jadi lelaki/ wanita yang lebih sholeh/ sholehah..
Tetapi kawan
Jika suatu hari aku berdiam diri.. aku tak membalas sms mu, aku tidak menerima telepon darimu carilah aku segera... Sebab waktu itu aku...aku mungkin perlukan kau... atau aku sudah tiada lagi di dunia ini......... jadi andai suratan buatku ini telah tiba, kalian doakan kesejahteraanku di dunia abadi karena mungkin doa kalian mampu menemani aku di alam yang berbeda
Ya Alloh.. Engkaulah Yang Maha Kuasa, tiada lagi yang lebih dari padaMu...
Ampunkanlah dosa-dosaku, dosa-dosa pada kawan-kawanku, dosa keluarga,. Saat harus kembali kepadaMu Engkau cabutlah nyawa kami dengan husnul khotimah. Ya Alloh....
Kasihanilah Aku Aku Yatim Piatu Terlantar yang Disia-siakan
Pertamakali perkenalkanlah aku. Namaku ISLAM. Aku sudah lama di yatim piatukan. Dulu ada orang yang menjagaku namanya SAHABAT NABI.
Kemudian selepas sahabat nabi meninggal dunia semua, aku telah dipelihara oleh TABIIN dan TABIUT TABIIN. Sekarang mereka semua telah meninggalkan dunia. Aku sudah tidak ada tempat di hati manusia.
Aku sedih sebab dizaman ini tidak ada manusia lagi yang sanggup menjaga aku, menjaga kebajikan aku. Aku kesepian sendiri tak berteman. Hatiku bertambah pilu, Allah saja yang tahu. Entah kepada siapa lagi tempat aku bermanja.
Jika aku pergi kepada orang kaya, orang kaya berkata,Ah aku sibuk, mana ada waktu untuk membela ISLAM!.
Jika aku mencari simpati dengan orang miskin, Aku sendiri tak kecukupan, bagaimana bisa aku membela ISLAM?
Jika aku pergi kepada pelajar, katanya, Aku sibuk dengan pelajaran, mana ada waktu untuk menjaga ISLAM?
Sekarang siapa lagi yang ingin mengambil aku?
Aku pernah bahagia ketika ada yng bersungguh-sungguh mengadopsiku. Kusangkakan panas hingga petang, rupanya turun hujan ditengah hari. Ternyata kesungguhan itu hanya pura-pura. Aku dibawa kemana-mana lantaran keuntungan yang hendak diraih menggunakan diriku.
Banyak yang membawa-bawa namaku untuk mencari keuntungan, bahkan aku tahu, hakekatnya hanya namaku yang mereka manfaatkan. Mereka tidak memeliharaku sungguh-sungguh. Aku tetap diabaikan.
Tuan (engkau) yang membaca tulisan ini, bersimpatikah dengan aku yang yatim ini? Tuan bantulah saya, kasihanilah saya. Saya sedih karena ditinggalkan oleh manusia.
Jika tuan sudi menerima saya sebagai teman hidup tuan, cari saya didalam buku panduan yaitu Al Quran , untuk info tambahann saya, silakan rujuk kepada SUNNAH NABI.
Alangkah bahagianya saya dan tuan juga seandainya tuan juga mengajak orang lain menjaga saya. Saya akan membalas segala jasa baik tuan di akhirat nanti, dan saya senantiasa mendoakan agar Allag yang maha perkasa itu akan membalas jasa baik tuan
Aku Yang Merana
(ISLAM)
satu Jam Untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat
Manusia selalu berada di antara hidayah Allah dan tipu daya syaithan. Kelengahan
sedikit saja, syaithan akan bisa menjermusukan seseorang ke dalam lembah yang
akan menyia-nyiakan bahkan merusak hidup seseorang. Berikut ini adalah 7 amal
penting yang akan menjamin seseorang terhindar dari kondisi negatif itu. Dengan
melakukan 7 program ini, seseorang akan diampuni dosanya, dilindungi dari fitnah
kubur, dibangunkan rumah di surga, dikabulkan do?anya, dilindungi dari kefakiran,
dicukupi kebutuhannya, dibebaskan dari perasaan gelisah. Uniknya lagi, semua hal
itu dapat diperoleh hanya dengan membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit atau 1
jam saja.
Melakukan 12 rakaat sunnah rawatib. Yakni, 2 rakaat sebelum subuh, 4 rakaat
sebelum zuhur, 2 rakaat bada zuhur, 2 rakaat setelah maghrib, dan 2 rakaat
setelah isya.
Manfaat yang diharapkan: Allah akan membangunkan sebuah rumah di surga bagi
orang yang senantiasa melakukannya.
Dalil : Rasulullah saw bersabda, ?Barangsiapa yang solat dalam satu hari
sebanyak 12 rakaat, sunnah, Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.? (HR
Muslim)
Sholat dua rakaat tahajjud. Faidah yang diharapkan: Dikabulkannya do?a,
diampunkannya dosa, dan dicukupi Allah kebutuhannya. Dalil: Sabda Rasulullah saw,
?Allah sw turun setiap malam ke langit dunia, di saat sepertiga malam terakhir
dan mengatakan, ?Siapa yang berdo?a kepadaku, pasti aku kabulkan. Siapa yang
meminta padaku,pasti aku berikan, dan siapa yang memohon ampun padaku, pasti aku
ampuni. (HR. Bukhari)
Melakukan sholat duha 2 raka?at, 4 rakaat atau 8 rakaat. Manfaat yang diharapkan:
Bernilai shadaqah dari seluruh persendian tulang. Dalil: Rasulullah saw bersabda,
?Setiap persendian kalian adalah sadakah, setiap tasbih adalah sadakah, setiap
tahmid adalah sadakah, setiap tahlil adalah sadakah, setiap takbir adalah sadakah,
setiap anjuran pada kebaikan adalah sadakah, setiap larangan dari yang mungkar
adalah sadakah, dan semuanya akan mendapat ganjaran yang sama dengan melakukan
shalat dua rakaat dari shalat duha.
Membaca
Dalil : Rasulullah saw bersabda, ?Sesungguhnya ada salah satu
yang terdiri dari 30 ayat. Ia akan memberi syafaat pada seseorang dengan
pengampunan dosa. Yaitu
Ahmad. Turmudzi mengatakan, ini adalah hadits hasan)
Mengatakan : Laailaaha illallah wah dahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul
hamdu, wa hua ala kulli syai'in qadir dalam satu hari seratus kali. Manfaat yang
diharapkan: Terpelihara dari gangguan syaitan selama satu hari, dihapuskan 100
kesalahan dan memperoleh 100 kebaikan.
Dalil : Rasulullah saw bersabda, ?Barangsiapa yang mengatakan ?Laa ilaaha
illallah wah dahuu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ala
kulli syai?in qadiir?, maka ia akan mendapat pahala seperti membebaskan 10 budak,
ditulis baginya 100 kebaikan, dihapuskan 100 kesalahannya, dan ia akan
terpelihara dari syaitan pada hari itu sampai sore, dan tidak ada seorangpun
yang lebih baik dari apa yang ia peroleh dari hari itu, kecuali ada orang yang
beramal lebih dari itu.?
Shalawat atas Nabi Muhammad saw sebanyak 100 kali.
Faidah yang diharapkan: Bebas dari bakhil dan mendapat balasan shalawat dari
Allah swt. Dalil: Rasulullah saw bersabda, ?Barangsiapa yang bershalawat atas
diri saya maka Allah akan mendo'akannya sebanyak sepuluh kali.? (HR. Muslim)
Hadits Rasulullah saw: Orang yang bakhil adalah orang yang bila namaku disebut
di hadapannya, kemudian ia tidak bershalawat kepadaku. (HR Turmudzi)
Mengatakan Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil aziim.
Faidah yang diharapkan: Ditanamkan di surga untuk yang melakukannya 100 batang
pohon. Dalil: Rasulullah saw bersabda, ?Barangsiapa yang melazimkan istighfar,
maka Allah akan memberikan padanya jalankeluar di setiap kesempitan,
penyelesaian dari setiap kegundahan, dan diberikan rizki dari sesuatu yang tidak
diduga-duga. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Hakim)
Selain tujuh amalan di atas, tentu saja kita harus mengerti bahwa iman dalam
Islam bukanlah sekedar sholat,dzikir dan bacaan Al Quran, tapi mencakup
perbuatan dan prilaku kita dalam berhubungan sesama manusia. Rasulullah
menyebutkan, ?Senyum anda kepada saudara anda adalah shadakah, danperintah
kepada yang ma?ruf serta larangan dari yang mungkar itu shadakah, petunjukmu
pada seorang asing yang tersesat itu sedekah, engkau menuntun orang yang sulit
melihat itu shadakah, menyingkirkan batu dan duri dari jalan itu adalah sadakah,
dan engkau membantu mengambilkan air untuk sahdaramu itu adalah sedekah.? Hadits
riwayat Turmudzi ini menunjukkan bahwa kebaikan seorang muslim, selain ditunjang
oleh kebaikan bathinnya juga harus diimplementasikan dalam kebaikannya dalam
berhubungan dengan lingkungan sosialnya.(eramuslim.com )
Apa Pantas Berharap Surga?
Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat
Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.
Baca Qur'an sesempatnya, itu pun tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman?
Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya. Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata. Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi.
Bersedekah jarang, begitu juga infak. Kalau pun ada, dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat baik terhadap sesama juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah hitung-hitung ikut meramaikan. Sudah lah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum? Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah?
Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata milik Khadijah, Aisyah, dan istri-istri beliau yang lain. Juga bukan semata teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya. Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, bahkan kepada musuhnya sekali pun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.
Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, ya tetangga sebelah kiri. Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh, tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari, kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri. Detik demi detik dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapatkan bencana. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini? Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?
Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?
Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah. Padahal mereka tak butuh apa pun selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah. Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?
Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga. Bukankah Rasulullah yang sejak kecil tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu, bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah? Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup, kaki mulia tempat bersimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan? Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu. Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka? Jangan tunggu penyesalan.
Astaghfirullaah ...
Autisme
Autisme adalah gangguan perkembangan yang kompleks yang biasanya muncul pertama kali pada usia 0-3 tahun. Autisme ini disebabkan gangguan syaraf yang mempengaruhi fungsi normal otak, khususnya pada bidang kecakapan berkomunikasi dan berinteraksi sosial. Baik orang dewasa maupun anak-anak berautis biasanya menunjukkan kesulitan dalam berkomunikasi verbal maupun non verbal, berinteraksi sosial maupun bermain. Autisme salah satu dari
Ø Tidak mengoceh atau mendekut pada usia 1 bulan
Ø Tidak menunjukkan bahasa tubuh (menunjuk, melambai, meraih) pada usia 12 bulan
Ø Tidak mengucapkan satupun kata pada umur 16 bulan
Ø Tidak mengucapkan sendiri frasa yang terdiri atas dua kata pada usia 24 bulan
Ø Mengalami kehilangan kecakapan bahaa atau sosial pada umur berapapun
Sementara itu gejala lain yang juga perlu diperhatikan
Ø Kesulitan bermain bersama anak lain
Ø Tertawa tidak adekuat
Ø Tidak ada kontak mata dengan otrang lain
Ø Jarang merasa sakit
Ø Lebih suka menyendiri
Ø Memutar benda dan bermain secara monnoton
Ø Suka pada suatu benda yang tidak sesuai
Ø Hiperaktif atau hipoaktif
Ø Tidak dapat belajar secara biasa
Ø Selalu melakukan rutinitas yang sama
Ø Tidak ada rasa takut terhadap bahaya
Ø Main secara aneh terus menerus
Ø Ekolali (mengulang kata atau kata-kata) tanpa keluarnya bahasa yang benar
Ø Tidak mau digendong adan dibelai
Ø Tidak memberi respons terhadap suara, seolah-olah tuli
Ø Tidak menyatakan kehendak dengan kata-kata, hanya menunjuk saja
Ø Tantrum
Ø Perkembangan motorik kasar dan halus tidak seimbang (tidak mau menendang bola tapi dapat menyusun kubus)
Pada terapi Autisme dapat menerapkan Teori Psikologi Behaviorisme. Fenomena ini bisa dijelaskan sebagai berikut :
a. Penerapan Teori Belajar “Connectionism”
Teori ini dikemukakan oleh Thorndike yang mengemukakan bahwa belajar merupakan proses pembentukan hubungan antara stimulus (S) dan respons (R). Dalam proses terapi terhadap para pasien autis, speech delay, hiperaktif maupun hipoaktif diterapkan metode belajar Stimulus-Respon, yaitu dengan memberikan berbagai macam stimulus terhadap pasien, kemudian pasien disuruh memberikan respon terhadap stimulus tersebut. Di samping itu juga diterapkan tiga hukum dalam belajar sesuai penelitian Thorndike, yang meliputi :
1. Law of effect, hubungan S-R bertambah erat kalau disertai oleh perasaan senang atau puas. Sebaliknya, menjadi kurang kuat atau lenyap kalau disertai rasa tidak senang. Dalam penerapannya, terapis membuat perasaan pasien senang dengan memberikan mainan dan makanan sesuai dengan kebutuhan pasien sehingga diharapkan pasien bias memberikan respon yang positif.
2. Law of exercise, hubungan S-R bertambah erat kalau sering digunakan dan akan kurang erat atau lenyap jika jarang digunakan. Dalam proses terapi, dilakukan banyak latihan, ulangan-ulangan dan pembiasaan.
3. Law of readness, kesiapan untuk berbuat akan lebih mempermudah antara hubungan S dan R, tetapi apabila telah siap kemudian dicegah, maka akan menyebabkan rasa negatif bagi yang bersangkutan. Dalam proses terapi, pasien dikondisikan untuk siap melakukan proses terapi dengan diajak berdoa terlebih dahulu sebelum dimulai terapi.
a. Penerapan Teori Behaviorisme Burrhus Frederic Skinner (Kondisioning Operan)
Menurut Skinner ada dua prinsip umum yang berkaitan dengan kondisioning operan yang diterapkan dalam proses terapi, yaitu :
(1) Setiap respon yang diikuti oleh reward akan cenderung diulangi. Dalam proses terapi, sistem reward digunakan untuk memotivasi pasien melakukan hal yang diinginkan oleh terapis. Reward yang diberikan kepada pasien berupa makanan atau mainan. Caranya adalah dengan memberikan makanan atau mainan kepada pasien setiap kali pasien berhasil melakukan hal sesuai dengan perintah terapis. Hal ini akan memotivasi pasien untuk mengulang hal yang sama setiap kali terapis memberikan terapi.
(2) Reward atau reinforcement stimuli akan meningkatkan kecepatan (rate) terjadinya respons. Dengan adanya pemberian reward kepada pasien, pasien diharapkan mampu merespon stimulus-stimulus yang diberikan terapis dengan bersemangat sehingga kecepatan merespon dari pasien juga bagus.
Orang tua yang anaknya telah di vonis menderita autisme maka perlu mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
Ø Belajar dan membaca sebanyak mungkin mengenai jenis-jenis perawatan pada penderita autisme
Ø Sharing dengan keluarga yang lain yang juga memiliki anggota keluarga yang menderita autisme
Ø Periksakan ke dokter, psikiater, psiolog untuk mendapatkan gambaran dasar kondisinya.
Ø Menyusun progarm pendidikan atau prilaku di rumah
Ø Memulai terapi, seperti: speech teraphy, terapi fisik, okupasional
Ø Menyesuaikan diet dan nutrisi anak
Muslimah, Antara Siap Dan Ingin Menikah
Pernikahan Idham dan Rani berlangsung lancar. Kawan-kawan kuliah keduanya banyak yang datang, walaupun resepsi itu dilakukan jauh dari kota dimana mereka berdua menuntut ilmu. Di sudut ruangan, tampak sekelompok akhwat sedang menikmati hidangan. Mereka sedang menggoda Rifa, sahabat Rani, kapan Rifa akan segera menyusul Rani. Ditanya begitu, Rifa hanya tersenyum, dan menjawab, “Jika saatnya tiba.”
Namun tak lama setelah kejadian itu, timbul perasaan-perasaan ingin mengitu jejak Rani di hati Rifa. Meski Rifa sendiri masih galau, apakah dirinya benar-benar sudah siap atau hanya ingin menikah????
Sahabat Muslimah…Banyak akhwat yang mengalami peristiwa yang dialami Rifa dalam ilustrasi diatas. Beberapa diantaranya rata-rata masih tercatat sebagai mahasiswi. Memang, menikah dini di kalangan mahasiswa akhir-akhir ini seolah menjadi trend yang sedang berkembang.
Sahabat Muslimah…Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seorang akhwat ingin segera mengakhiri masa lajangnya, antara lain:
1. Karena faktor usia
Banyak akhwat yang merasa gelisah karena usia yang sudah cukup untuk menikah, namun belum juga ditunjukkan siapa pendampingnya.
2. Melihat teman yang sudah menikah
Adakalanya, jika teman kita sudah menikah, mereka bercerita kepada kita, betapa indah dan menyenangkannya hidup berumah tangga, sehinga membuat kita ingin segera merasakannya.
3. Dipanas-panasi
Tak dipungkiri, di sebagian kalangan akhwat, salah satu topik favorit yang sering dibicarakan adalah seputar ikhwan dan nikah. Lambat laun, karena seringnya membicarakan hal itu, membuat hati sebagian akhwat kebat-kebit.
Apalagi jika sudah ditambah bumbu-bumbu tertentu. Itulah sebabnya mengapa kita dilarang untuk membicarakan hal-hal yang tidak perlu, karena bisa saja membuat hati kita kotor.
Sebagian lagi beralasan, mereka ingin segera menikah untuk menjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Bukan alasan yang salah sebenarnya. Tapi acapkali, karena terburu-buru ingin menikah, banyak hal yang lupa dipersiapkan.
Sahabat muslimah… Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan ketika kita memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Antara lain:
1. Kesiapan Pemikiran yang mencakup:
a. Kematangan Visi Keislaman
Hal ini dimaksudkan, agar pasangan suami istri mempunyai frame yang sama mengenai Islam sebagai dasar rumah tangga, agar rumah tangga benar-benar bernilai ibadah, tidak hanya sebagai pemuas kebutuhan biologis saja. Dengan ajaran Islam sebagai landasan rumah tangga, diharapkan, rumah tangga tersebut dapat menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah warrohmah.
b. Memiliki kematangan visi kepribadian
Disamping beragama secara kultural, banyak juga orang yang landasan keislamannya di bangun oleh emosi. Namun karena tidak dilandasi oleh pengetahuan Islam yang kuat, kadang membuat sebagian orang cepat futur, bosan dan lain sebagainya. Jika hal ini terjadi dalam rumah tangga, bisa menjadi sebab timbulnya kegagalan seseorang dalam berumah tangga.
2. Kesiapan Psikologis
Kematangan psikologis yang dimaksud adalah kematangan atau kesiapan tertentu secara psikis, untuk mengahadapi berbagai tantangan yang akan dihadapi selama hidup berumah tangga. Seringkali karena secara psikologis kondisi seseorang belum siap, membuat pasangan suami istri tidak siap dengan berbagai kondisi pasca nikah.
3. Kematangan Fisik
Ada beberapa hal yang menjadi persyaratan mutlak dalam sebuah perkawinan menurut Islam, yang berkaitan dengan fisik. Antara lain :
a. Seorang laki-laki atau wanita yang kan menikah harus yakin bahwa alat-alat reproduksinya berfungsi dengan baik
Karena salah satu sebab perceraian yang diperbolehkan dalam Islam adalah karena alat reproduksi pasangannya tidak berfungsi dengan baik.
b. Usia
Kita juga harus menyadari, bahwa secara fisik, kita benar-benar sudah siap menikah. Itulah kenapa sebabnya seorang wanita dianjurkan untuk tidak menikah dalam usia yang masih dini. Banyak kasus yang terjadi, dimana anak-anak yang baru keluar dari sekolah dasar (usia sekitar 12-13 tahun) langsung dinikahkan. Di Barat, ada survey yang membuktikan, bahwa orang-orang yang melakukan hubungan seksual terlalu muda, pada umumnya di atas usia tiga puluh tahunan akan mengalami hambatan-hambatan fisik.
Meskipun sekali lagi, tidak ada kriteria tertentu kapan seseorang menjadi matang secara fisik. Ada kasus-kasus tertentu, seperti halnya orang-orang tua zaman dulu, banyak yang tetap sehat dan memiliki keluarga besar, meskipun menikah dalam usia yang masih sangat muda.
c. Kesehatan
Sebelum menikah, usahakan mengetahui kondisi fisik dan kesehatan calon pasangan kita. Kalau bisa, ketahui juga kesehatan keluarga calon pasangan kita itu, karena biasanya ada penyakit tertentu yang merupakan penyakit keturunan.
4. Kesiapan Finansial
Perkawinan juga merupakan kerja ekonomi, tidak hanya cukup dengan cinta. Bukan berarti seorang muslimah harus materialistis. Namun hal ekonomi /finansial kadang menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga. Meskipun ada beberapa pasangan yang merasa cukup hanya dengan bekal cinta saja, akan lebih baik jika kita mempersiapkan finansial sejak jauh-jauh hari.
Sahabat muslimah… Menikah adalah sebuah Mitsaqan Ghalizhan, perjanjian yang sangat berat. Banyak konsekuensi yang harus dijalani suami istri dalam berumah tangga. Jangan pernah mengambil keputusan untuk menikah hanya karena ‘ingin’, sementara banyak faktor yang belum kita persiapkan. Jika sejak awal kita sudah mempersiapkan mahligai rumah tangga yang akan kita bina, niscaya kebahagiaan dunia dan akhirat akan kita rasakan. InsyaAllah. Maka, apakah sahabat sudah ingin menikah, atau benar-benar siap dengan pernikahan ???
CINTAKU PADAMU TEMAN

Sebagian merasa hidup ini tidak akan pernah mencapai maknanya tanpa kehadiran
seorangpun teman. Teman adalah orang-orang yang dicintainya dan yang
mencintainya pula Orang-orang yang dengan keluasan hati menerima dirinya apa
adanya, tanpa bumbu dan banyak cela.
Menyayangi teman, sama sekali bukan berarti menafikan kecintaan kepada yang lain
Kecintaan kepada keluarga, kepada diri sendiri, sebab tiap-tiap jendela cinta
memiliki ruangan tersendiri di hati yang tidak akan mampu disamakan dengan cinta-cinta
lain Yang kesemuanya tidak saling berhimpit tidak pula bersinggungan. Namun tiap-tiap
kecintaan mengisi bilik-bilik hati yang berbeda-beda. Kesemua cinta hendaknya
merupakan suatu refleksi cinta kepada Allah SWT. Suatu pendaran keemasan dari
keimanan, desiran sejuk angin kerinduan, dan deburan tegar ombak keistiqomahan.
Teman, bagiku kata itu adalah ungkapan kerinduan dan sejuta harapan. Harapan
untuk dapat saling menegur dan meneguhkan. Membuang jauh-jauh kata perbedaan dan
mencoba untuk mengawali segalanya dari kesamaan. Pada kata itu kutemukan hakikat
hidup dan kehidupan, karena bersamanya aku menahan derita dan sengsara, gundah
dan gulana, namun begitu manis terasa segala kerutan layar perjuangan karena
Allah lah yang telah membuatnya.
Teman, bertemankan jiwa-jiwa yang ber-izzah mulia dan ghiroh menggelora, dengan
segudang ide dan idealisme yang Robbani. Meniti jembatan yang sama, dengan tekad
yang serupa dan seragam kebesaran jiwa. Bukan untuk sekedar menghabiskan sisa
minuman kehidupan dunia, tapi hidup untuk sebuah cita yang takkan pernah kandas
sia-sia. Pantas saja jika Rosululloh mewasiatkan agar kita menjadikan mereka
yang sholeh sebagai teman kepercayaan.
Ah teman, harus kita terima bahwa berteman bukan berarti untuk selalu bersama
secara harfiah Suatu saat pasti kita akan terpisah pula. Menempati lini-lini
berbeda di setiap sudut kehidupan, agar setiap insane dapat tersentuh cahayaNya
Teringat serangkaian syair milik Munsyid Saujana ini kusuntingkan untukmu :
Sedingin embunan dedaun kehijauan, sesegar ingatan kenangan kisah silam
Kita seiring bersatu dan berjuang, meniti titian persahabatan
Kau hadir bawa cahaya, terangi hatiku teman
Saling memerlukan dan mengharapkan
Tangis gembira saat bahagia, moga kan kekal menuju Syurga
Kerana Tuhan kita ditemukan, andai terpisah, itu ketentuan
Sengketa dan kesilapan itulah fitrahnya insan
Kata dan teguran itulah pedoman
Saya Hanya Bisa Berbicara Tentang Racun Tikus Saja
Seorang pakar racun tikus menghadiri suatu pesta sosial bersama istrinya. Setelah beberapa saat, ia berdiri seorang diri. Istrinya lalu menghampiri dan berkata, ”Mengapa kamu tidak bergaul dengan orang lain? Berbicaralah dengan mereka” Dia menjawab, ”Kapan saja aku berbicara dengan mereka tentang racun tikus, mereka berpaling dan meninggalkan saya”.
Malang sekali dia, hanya bisa berbicara tentang keahliannya saja. Pemimpin hendaklah mempunyai ilmu dari berbagai bidang dan banyak membaca. Dia hendaklah mampu memulai dan mempertahankan pembicaraan yang baik dalam berbagai masalah di luar bidang keahlian yang dimilikinya. Hal ni akan memberikan kepadanya gambaran yang benar dari anggota masyarakat yang berminat. Dia hendaklah mempunyai minat yang mendalam tentang apa yang terjadi di sekitarnya.
Kisah Si Penebang Pohon "Kan Shu De Gu Shi"
Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.
Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, "Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu."
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. "Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawab
Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, "Kapan terakhir kamu mengasah kapak?"
"Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga," kata si penebang.
"Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama,
menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apa pun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!" perintah sang majikan.
Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.
"Xiu Xi Bu Shi Zou Deng Yu Chang De Lu"
Istirahat bukan berarti berhenti.
"Er Shi
Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi.
Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan
menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru!
Sumber: Kisah Si Penebang Pohon oleh Andrie Wongso
Surat Seorang Jomblo

Saat ini kuakhiri lagi rutinitas yang amat melelahkan. Kuberdoa selalu kepada-Nya semoga semua ini bisa mengantarkanku padamu yang kini terdampar diatas guratan takdirku. Entah kapan Dia akan mengijinkanku jatuh cinta padamu, aku hanya berjalan menapaki garis-garis nasib yang kini mulai membekas menjadi kerutan di dahi.
yang jelas ku selalu bersujud padaNya agar untuk menitipkan rindu dan asaku juga cintaku padaNya, agar kelak jika telah saatnya, kan ku berikan padamu sebagai kado spesial dariku, agar kado itu tetap suci dan diliputi cinta dari yang Maha Mencinta.
Ada kekuatan dimana-mana
Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan keinginannya Untuk mementingkan diri sendiri.
Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.
Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah tergoyahkan
Dan tidak mudah diombang-ambingkan.
Ada kekuatan di dalam kesabaran,
Orang yang sabar adalah orang yang kuat
Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu
Dan ia tidak pernah merasa disakiti.
Ada kekuatan di dalam kemurahan,
Orang yang murah hati adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya
Untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.
Ada kekuatan di dalam kebaikan,
Orang yang baik adalah orang yang kuat
Karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.
Ada kekuatan di dalam kesetiaan,
Orang yang setia adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi
Dengan kesetiaannya kepada Allah dan sesama.
Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan,
Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat
Karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.
Ada kekuatan di dalam penguasaan diri,
Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian............
corat coret
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya bu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
(sapardi joko darmono)
Aku teringat hal - yang akhir-akhir ini- sangat menganggu benakku, menggelitik otakku untuk kembali memikirkannya. Sungguh tak ingin aku membuka luka itu kembali tapi apa dayaku, kerinduanku akan kehadirannya sangat menggangguku. Dan aku pun tak tahu harus bagaimana.
“Meski ku tak tau lagi engkau ada dimana dengarkan aku ku merindukanmu...”
Alunan lagu dari sebuah band menambah gelisahku, menambah gundahku... sungguh akupun tak tahu apa yang terjadi pada diriku. Sebuah persaudaraan, sebuah persahabatan telah hilang
Mereka pergi dalam diam, mereka pergi tanpa kutahu apa arti sebuah persaudaraan sejati, mereka pergi tanpa mampu meluluhkan egoku.dan akupun masih terjebak, dalam tak kemengertian.
Ketika Hpku berdering, sms dari seorang –yang karena tugas telah pergi- yang hingga sekarang masih menjadi satu-satunya penghiburku memberiku tausiyahnya yang sangat mengena dalam hatiku
“tepuk pundak sahabatmu saat dia masih disisimu, peluk sahabatmu saat masih bersamanya. Karena qt baru akan menyadari betapa qt sayang mereka ketika mereka telah pergi. Sungguh kadang qt rindu dan butuhkan dia”
Hhh andai saja rasa cintaku pada sahabatku tak berlebihan, tentu rindu ini tak akan pernah menyiksaku, kini smua tlah berlalu. Kenangan indah itu tak akan pernah ada lagi, inilah yang digariskan Alloh, dan aku hanya bisa tawwakal apapun ketentuanNya.
Sahabatku, betapa aku mencintaimu sepenuh hatiku
Sahabatku betapa aku tulus merindukanmu
Dunia ini indah karena ukhuwah yang saling memberi tanpa batas, ada sapa dalam duka. Ada maaf dalam setiap khilaf, ada taujih dalam setiap perbaikan diri.
Ya Allah… Allahu Akbar… Betapa Engkau telah memberikan kepadaku saudara-saudara yang terbaik… Yang mengingatkanku di kala lupa… Yang menyemangatiku di kala diri melemah ghirahnya… Yang memberikan uluran tangannya di kalaku jatuh…
Ya Allah… Inikah ukhuwah yang Engkau janjikan pada hamba-hambu-Mu yang beriman?
Ya Allah… Inikah pertautan hati yang Engkau anugerahkan kepada kami, para aktivis dakwah?
Ya Allah… Berkahilah saudara-saudaraku… Lindungilah mereka selalu… Perkuatlah ikatan hati kami… Terakhir, pertemukanlah kami di dalam Jannah-Mu…
Jiwa kan sepi tanpa teman, hati kan mati tanpa iman perjalanan hidup ini adalah tarbiyah, sebaik-baik tarbiyah adalah dari Alloh, mutiara hikmahnya berlimpah walaupun berselimut lara.
Dalam kesakitan teruji kesabaran
Dalam perjuangan teruji keikhlasan
Dalam ukhuwah teruji ketulusan
Dalam tawakkal teruji keyakinan.
Hidup ini indah jika segalanya karena Alloh
Tulisan ini untuk sahabat2ku, entah dimanapun kalian berada, semoga kaliantau betapa akua tulus menyayangi, mencintai dan meridukan kalian. Maafkan sgala khilaf yang telah kuperbuat hingga kalian pergi, diam tanpa kata,,, tanpa kutau alasannya.... semoga kalian membacanya....
