Selasa, 05 Mei 2009

corat coret

“ Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya bu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
(sapardi joko darmono)
Aku teringat hal - yang akhir-akhir ini- sangat menganggu benakku, menggelitik otakku untuk kembali memikirkannya. Sungguh tak ingin aku membuka luka itu kembali tapi apa dayaku, kerinduanku akan kehadirannya sangat menggangguku. Dan aku pun tak tahu harus bagaimana.
“Meski ku tak tau lagi engkau ada dimana dengarkan aku ku merindukanmu...”
Alunan lagu dari sebuah band menambah gelisahku, menambah gundahku... sungguh akupun tak tahu apa yang terjadi pada diriku. Sebuah persaudaraan, sebuah persahabatan telah hilang
Mereka pergi dalam diam, mereka pergi tanpa kutahu apa arti sebuah persaudaraan sejati, mereka pergi tanpa mampu meluluhkan egoku.dan akupun masih terjebak, dalam tak kemengertian.
Ketika Hpku berdering, sms dari seorang –yang karena tugas telah pergi- yang hingga sekarang masih menjadi satu-satunya penghiburku memberiku tausiyahnya yang sangat mengena dalam hatiku
“tepuk pundak sahabatmu saat dia masih disisimu, peluk sahabatmu saat masih bersamanya. Karena qt baru akan menyadari betapa qt sayang mereka ketika mereka telah pergi. Sungguh kadang qt rindu dan butuhkan dia”
Hhh andai saja rasa cintaku pada sahabatku tak berlebihan, tentu rindu ini tak akan pernah menyiksaku, kini smua tlah berlalu. Kenangan indah itu tak akan pernah ada lagi, inilah yang digariskan Alloh, dan aku hanya bisa tawwakal apapun ketentuanNya.
Sahabatku, betapa aku mencintaimu sepenuh hatiku
Sahabatku betapa aku tulus merindukanmu

Dunia ini indah karena ukhuwah yang saling memberi tanpa batas, ada sapa dalam duka. Ada maaf dalam setiap khilaf, ada taujih dalam setiap perbaikan diri.
Ya Allah… Allahu Akbar… Betapa Engkau telah memberikan kepadaku saudara-saudara yang terbaik… Yang mengingatkanku di kala lupa… Yang menyemangatiku di kala diri melemah ghirahnya… Yang memberikan uluran tangannya di kalaku jatuh…
Ya Allah… Inikah ukhuwah yang Engkau janjikan pada hamba-hambu-Mu yang beriman?
Ya Allah… Inikah pertautan hati yang Engkau anugerahkan kepada kami, para aktivis dakwah?
Ya Allah… Berkahilah saudara-saudaraku… Lindungilah mereka selalu… Perkuatlah ikatan hati kami… Terakhir, pertemukanlah kami di dalam Jannah-Mu…
Jiwa kan sepi tanpa teman, hati kan mati tanpa iman perjalanan hidup ini adalah tarbiyah, sebaik-baik tarbiyah adalah dari Alloh, mutiara hikmahnya berlimpah walaupun berselimut lara.
Dalam kesakitan teruji kesabaran
Dalam perjuangan teruji keikhlasan
Dalam ukhuwah teruji ketulusan
Dalam tawakkal teruji keyakinan.
Hidup ini indah jika segalanya karena Alloh
Tulisan ini untuk sahabat2ku, entah dimanapun kalian berada, semoga kaliantau betapa akua tulus menyayangi, mencintai dan meridukan kalian. Maafkan sgala khilaf yang telah kuperbuat hingga kalian pergi, diam tanpa kata,,, tanpa kutau alasannya.... semoga kalian membacanya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar